Senin, 10 Januari 2011

Penilaian Portopolio

Penilaian Portofolio.

Dalam evaluasi terhadap suatu program, seringkali gambar bisa mewakili ratusan kata. Evaluasi Portofolio sering diibaratkan sebagai satu album photo dari suatu kegiatan yang merekam aktivitas program dan para partisipannya. Portofolio ini juga sering dianggap sebagai suatu ‘showcases’ bagi orang-orang yang tertarik atau memerlukan untuk mendapatkan gambaran mengenai program tersebut. Bagi dunia pendidikan, penilaian portofolio cukup sering digunkan untuk mendokumentasikan kemajuan dan pencapaian masing-masing siswa. Penilaian portofolio jika dilakukan secara benar dan sistematis dapat menjadi alat pengukur praktek, prosedur, dan keluaran yang lebih baik jika dibandingkan alat pengukuran tradisional[1] .



Penilaian Portofolio merupakan perluasan dari penilaian ‘test score’ dengan memasukkan substansi deskripsi dari apa yang dapat dilakukan siswa dan apa yang dialami siswa. Dasarnya adalah siswa dapat mendemonstrasikan apa yang dapat mereka lakukan dan apa yang mereka ketahui. Dalam penilaian portofolio ini, informasi dikumpulkan melalui berbagai sumber, dengan berbagai metoda, dan dalam beberapa titik waktu dari suatu rentang waktu. Isi portofolio , atau yang sering disebut artifak, bisa terdiri dari gambar, photo, tulisan atau hasil kerja lain, disket komputer, dan juga termasuk salinan nilai test khusus. Sumber data bisa dari orang tua, staf, atau anggota lain dilingkungan sekolah dan lingkungan belajar siswa [2].



Tidak semua portofolio merupakan portofolio penilaian. Portofolio juga bisa berisi hasil kerja dan catatan tersendiri dari guru, atau dari seorang profesional, atau bahkan portofolio suatu perusahaan. Portofolio penilain sendiri memiliki beberapa komponen yang harus ada atau terdapat dalam portofolio tersebut. Komponen-komponen tersebut antara lain :

· Merupakan bagian dari komponen hasil mata pelajaran

· Didasarkan pada hasil keluaran program

· Mencakup dokumentasi dari semua yang didemonstrasikan siswa dari setiap keluaran

· Dinilai oleh guru dengan menggunakan rubrik yang umum [3]



Pada dasarnya ada beberapa tipe portofolio, seperti [4]:

· Showcase – siswa meletakkan semua contoh terbaik atau produk terbaik yang dihasilkannya dari setiap objektif.

· Kumulatif – Siswa meletakkan semua pekerjaan yang relevan untuk setiap objektif dalam portofolionya.

· Proses – Siswa meletakkan pre/post sample dari pekerjaan untuk setiap objektif dalam portofolionya.



Dalam setiap tipe portofolio harus terdapat komponen dasar sebagai mana tercantum diatas. Beberapa ahli membagi portofolio menjadi dua yaitu Portofolio Proses dan Portofolio Produk. Portofolio proses berisi dokumentasi dari tahapan-tahapan pembelajaran dan catatan kemajuan siswa. Sedangkan Portofolio Produk hanya berisi kumpulan hasil kerja terbaik siswa. Untuk mengetahui proses dan membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran, biasanya guru menggunakan portofolio proses, sedangkan untuk mengetahui penguasaan akhir digunakan portofolio produk[5] .



Ada beberapa kelebihan dari Penilaian Portofolio ( sebagaimana dikutip oleh Julia Scherba dari Venn ) seperti [6] :

· Menunjukkan evaluasi diri siswa, refleksi, dan pemikiran kritis

· Mengukur Kinerja dasar berdasarkan contoh original pekerjaan siswa

· Memberikan fleksibilitas dalam mengukur bagaimana siswa mencapai tujuan

· Memungkinkan guru dan siswa berbagi tanggung jawab dalam menentukan tujuan belajar dan untuk evaluasi kemajuan.

* Memberikan kemungkinan bagi siswa untuk mendapatkan masukkan yang ekstensif dari proses pembelajaran
* Memfasilitasi pembelajaran kooperatif, termasuk evaluasi ‘peer’ dan tutoring
* Memungkinkan pembentukan struktur pembelajaran bertahap
* Memungkinkan guru dan siswa untuk mendiskusikan tujuan pembelajaran dan kemajuan dalam dialog yang terstruktur maupun tidak.
* Memungkinkan pengukuran kemajuan siswa multi dimensi dengan memasukkan berbagai tipe data dan material.



Bagi seorang guru, penilaian portofolio walaupun sedikit lebih rumit tetapi bisa memiliki banyak kegunaan. Seperti misalnya [7] :

* Mendorong pembelajaran mandiri
* Memperjelas pandangan mengenai apa yang dipelajari
* Membantu mempelajari pembelajaran
* Mendemonstrasikan kemajuan berdasarkan keluaran yang diidentifikasikan
* Membuat interseksi antara instruksi dan penilaian
* Memberikan jalan kepada siswa untuk menilai diri mereka sebagai pemelajar
* Memberikan kemungkinan untuk pengembangan dukungan ‘peer’
* Mengetahui bagaiman Portofolio dapat memperbaiki proses persiapan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar diisi disini