INFO HIDUP SEHAT

Jumat, 24 September 2010

PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA

Jumat, 10 September 2010 09:39

Kementerian Pendidikan Nasional telah menyusun desain besar pendidikan karakter bangsa. Konsep ini akan segera diimplementasikan pada tingkat satuan pendidikan. Ditargetkan, seluruh satuan pendidikan telah mengembangkan pendidikan karakter bangsa pada 2014. Pusat kurikulum sampai saat ini sudah membentuk master trainer yang diharapkan melatih para guru, kepala sekolah, dan pengawas untuk bisa menghidupkan atau menjadi pionir pendidikan karakter bangsa di satuan pendidikan," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kemdiknas Mansyur Ramli. Mansyur optimistis pendidikan karakter dapat segera diimplementasikan pada satuan pendidikan. Sekurang-kurangnya, 25% satuan pendidikan mulai menerapkan pada 2012.

Lebih lanjut Mansyur menyampaikan, hampir semua perguruan tinggi telah mengembangkan pendidikan karakter bangsa. Berbagai satuan pendidikan, menurut dia, juga telah menerapkan pendidikan karakter bangsa dengan bermacam cara seperti kantin kejujuran di sekolah, melalui nilai-nilai keagamaan dan budaya.

Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal dalam sebuah diskusi di Maarief Institute menuturkan bahwa permasalahan yang hadir di masyarakat seperti korupsi, kekerasan,tindak anarkis dan lain-lainnya menjadi latar belakang mengapa pendidikan karakter perlu dilaksanakan. Pada dasarnya, pendidikan karakter selaras dengan tujuan nasional pendidikan yang tercantum pada Pasal 3 UU Sistem Pendidikan Nasional.

Pasal ini menyebutkan, berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Dalam pasal ini dapat dilihat bahwa pendidikan karakter sudah mulai diperkenalkan,"ujar Fasli. Fasli menegaskan pendidikan karakter tidak akan dimasukkan menjadi kurikulum yang baku, melainkan dikembangkan melalui tindakan dalam proses belajar.

Karena itu, dia mengimbau agar setiap lembaga pendidikan membiasakan pendidikan karakter dalam kesehariannya sehingga dapat menciptakan budaya sekolah yang berkarakter. Pendidikan karakter telah ada dalam setiap mata pelajaran yang diajarkan. Nilai-nilai sportivitas dan kreativitas dapat tercermin dalam mata pelajaran olahraga, sedangkan nilai keuletan dan ketelitian dapat diperhatikan pada mata pelajaran matematika.

Mengenai moral tentunya sudah menjadi domain pendidikan agama. Apabila aktualisasi mata pelajaran ini benar, maka sudah berhasillah pendidikan karakter tersebut,"ujarnya.

Pemerhati pendidikan karakter, Ratna Megawangi menjelaskan, inti dari pendidikan karakter adalah mengajarkan bagaimana para peserta didik memahami nuraninya sendiri. Oleh karena itu diperlukan pengetahuan tambahan bagi para pendidik dan tenaga pendidik mengenai teori-teori pendidikan untuk menjalankan pendidikan karakter. Hal ini akan menjadikan para pelaku pendidikan memahami proses pendidikan melalui tahapan watak peserta pendidik.

Sementara, pakar psikologi sosial Yayah Khisbiyah mengatakan, pendidikan karakter sangat erat hubungannya dengan perasaan nasionalis masyarakatnya. Pendidikan karakter ini perlu dimaknai sebagai sarana penguatan rasa cinta Tanah Air. Karena itu, pendidikan karakter ini disinergikan dengan pendidikan kewarganegaraan.Brg-Ike(10/9)fks

Sumber : RRI dan VOI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar diisi disini