INFO HIDUP SEHAT

Kamis, 20 November 2014

Kadis Pendidikan Muara Enim : Laksanakan Azas Ketertiban dan Akuntabilitas Untuk meningkatkan SPM Dikdas

Program Pengembangan Kapasitas Penerapan Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar Kabupaten Muaraenim harus dilaksanakan dengan azas ketertiban dan akuntabilitas sehingga program yang didukung oleh Dana ADB yang berasal dari hibah masyarakat ekonomi Eropa ini akan durasakan manfaatnya oleh para pihak. Demikian apa yang dipesankan oleh Kadis kepada Kandidat Koordinator Sekretariat SPM Dikdas Kabupaten Muaraenim Sumsel Dra. Martina, MM di ruang kerja Kadis pada hari Kamis 20 November 2014 kemarin.

Pada saat itu saya diperkenalkan oleh Ibu Susi Andriani sebagai District Advisory Team (DAT)  program ini  yang akan menggantikannya sebagai DAT selama beliau memasuki masa Off from the Job pada bulan Desember yang datang datang. Menarik bincang bincang dengan Kadis yang sudah banyak makan asam garamnya pengabdian melalui PNS ini, karena pahit manisnya sudah banyak dirasakan diusianya yang menjelang pensiun itu.

Beliau meminta kepada Ibu Martina untuk melaksanakan (1) Tertib administrasi, (2) Tertib Waktu, (3) Tertib Keuangan dan (4) tertib kualitas. dengan demikian maka program ini akan segera dapat dirasakan manfaatnya oleh para pihak baik yang berkompeten dan pengguna hasil dari program ini, janganlah sekali kali mengecewakan masyarakat sebagai user kata Pejabat yang kuliah di tanah Jawa ini. Sedang SD diselesaikan di SD Teladan Bandar Lampung, SMPN 2 Bandar Lampung dan STM Negeri 2 Bandar Lampung.

Beliau sempat juga membuka cerita nostalgia ketika sedang di SMPN 2 Bandar Lampung, tersebutlah beberapa nama yang akrab dengannya di masa remaja itu, teman dekatnya antara lain Zulkifli Anwar mantan Bupati Lampung Selatan, dan Mance Mantan Bupati Tulangbawang, kini keduanya telah terjun ke dunia politik. Tampak mata pak kadis berkaca kaca menunjukkan bahwa kenangan masa remaja sangat membekas dihatinya.  Selamat bertugas Bapak Kadis semoga sukses hingga akhir pengabdian.

Rabu, 05 November 2014

Kurikulum K-13 dan Serifikasi Guru Akan Eievaluasi Oleh Menteri yang Baru

Tersiar berita bahwa Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum K-13 dan Sertifikasi Guru. Sebenarnya berita ini sudah tidak lagi mengejutkan karena memang sudah disebut sebut sejak masa Kampanye Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dahulu, tentang kurikulum memang sudah diduga karena sering disuarakan bahkan oleh Bapak Jokowi langsung bahwa memang gerakan revolusi yang akan dilancarkan oleh Jokowi akan dimulai dari dunia pendidikan, bahkan dalam berbagai kesempatan dijelaskan bahwa program Jokowi adalah merupakan antitesa dari kebijakan Pemerintah pada saat itu di bawah komando SBY  oleh karenanya dipastikan akan ada perubahan diametral dalam dunia pendidikan, manakala apa yang dikapanyekan oleh Jokowi memang akan dilakukan secara konsekuen. Sementara evaluasi terhadap sertiviukasi guru memang akan dievaluasi secara kritis, walau dalam kesempatan yang lain Jokowi sendiri yang seolah membantahnya. Tetapi jangan Geer dulu karena belakangan subsidi BBm umapamanya dikatakan tidak akan pernah dihapus, yang adalah mengalihkan subsidi  dari konsumtip menjadi produktip itu saja.
Dan apa yang dinyatakan Oleh Menteri Anis RB. Adalah sangat mencemaskan bila seandainya beliau diamanati oleh Presiden bahwa revolusi mental yang akan dimulai dari dunia pendidikan itu benar benar akan dilaksanakan, dan apalagi jika dikatakan apa yang diprogramkan Jokowi bersama Menetrinya adalah merupakan antitesa dari kebijakan Pemerintah sebelunya. Maka sudah barang tentu  kita sangat menghawatirkan akan perubahan yang membabi buta.

Jika perubahan itu dilakukan secara gradual tentu saja kita semua akan mendukungnya, artinya perubahan hanya dalam hal hal tertentu saja yang merupakan titik lemah dari regulasi yang ada, dan sifatnya hanya perbaikan sebagain sebagian saja untuk dalam rtangka perbaikan semestinya.  tentu saja kita hanya bisa berharap. Tetapi jika ini benar benar merupakan antitesa dari segala kebijakan yang dahulu seperti apa yang disuarakan pada saat kampanye, maka bersiap siaplah kita jungkir balik dan tunggang langgang, seperti saat kita melaksanakan kurikulum K-13 yang lalu dan bahkan akan lebih heboh lagi.  

Sumber : //www.kuambil.com/2014/11/03/kurikulum2013-sertifikasi-guru-akan-dievaluasi/


Senin, 27 Oktober 2014

Harapan Nuh Kepada AR Baswedan

TENTANG KURIKULUM 2013
Mohammad Nuh kemarin (26/10) resmi lengser sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud). Mantan rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu berharap Menteri Budaya, Pendidikan Dasar, dan Menengah Anies Baswedan tidak terburu-buru mengganti kurikulum 2013.

Nuh berharap kurikulum 2013 dipertahankan. "Saya nggak tahu kalau ada perubahan. Tapi, kalau jargonnya revolusi mental, itu tidak ada bedanya dengan Kurikulum 2013 (K-13)," kata Nuh saat berkunjung sekaligus pamitan ke Redaksi Jawa Pos kemarin (26/10).

Menurut dia, K-13 menekankan pentingnya kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Jika yang dimaksud revolusi mental sama dengan sikap, K-13 bisa terus diterapkan.
Nuh yakin Anies tidak memilih langkah mundur, kembali ke kurikulum lama. "Kalau diubah, mau pakai apa" Pak Anies juga ikut merumuskan K-13," ujar mantan rektor ITS itu.

Senin, 20 Oktober 2014

"Nobody's Child" Dari Nostalgia Dua Lelaki Tua

Berkumpulnya dua lelaki tua sering membangkitkan emosi tersendiri, Itulah yang saya alami berdua Bapak E.Selamet, semula kami berdua memang tak saling kenal, kami diperkenalkan oleh suatu program yaitu upaya meningkatkan kapasitas pelayanan minimal Pendidikan Dasar, dan kami berdua berstatus sebagai District Advissory Team (DAT) dia sebagai Program and Budgeting Specialist sementara saya sebagai Education Specialist, kami berdua bertugas di Provinsi Sumatra Selatan, Dia bertugas di Kabupaten Musi Rawas dan Empat Lawang sementara saya bertugas di Kabupaten Musi Banyuasin dan Oku Timur. Dia sebagai penganut Katholik yang taat dan saya Penganut Islam sejak kecil, selain perbedaan perbedaan kami memiliki persamaan, setidaknya kecengengean kami berdua dengan lagu nostalgia. Terbukti kami punya nostalgia  dengan lagu Nobody's Child dari Karen Young. Bentuk apa nostalgianya, tak perlulah diceritakan. Biarkan nostalgia itu kami bawa hingga akhir hayat kami.

Bermula ketika secara bersamaan kami bersenandung setelah baku bicara mengisi kekosongan dalam perjalanan panjang Palembang - Kabupaten Musi Rawas - Empat Lawang menggunakan kendaraan roda empat, tiba tiba saja lirik syair  Lagu Nobody's Child, kami menganggap lagui itu sangat menyentuh, inilah syairnya :


.
 

Nobody's Child :
I was slowly passing an orphan's home one day.
And stopped there for a moment just to watch the children play.
Alone a boy was standing and when I asked him why
he turned with eyes that could not see and he began to cry.

People come for children and take them for their own.
But they all seem to pass me by and I am left alone.
I know they'd like to take me but when they see I'm blind
they always take some other child and I am left behind.
Find More lyrics at www.sweetslyrics.com

(No) mother's arms to hold me or soothe me when I cry.
Sometimes it gets so lonely I wish that I could die.
I'd walk the streets of heaven where all the blind can see.
And just like all the other kids there'd be a home for me.

R E F R A I N :

I'm nobody's child
I'm nobody's child
I'm like a flower just growing wild.
No mommy's kisses and no daddy's smile



nobody wants me
I'm nobody's child.
.


terjemahannya

Jumat, 17 Oktober 2014

Peluang Mendapat Beasiswa Belajar Ke Eropa.

John Strain, orang penting di ADB meminta kepada Bapak Dr. Endang Pipin Tachyan sebagai Leader kami untuk memberitahukan kepada District Advissoris Team (DAT) Program Peningkatan Kapasitas Pelaksanaan (KPK) Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan dasar (Dikdas) Region 1 Meliputi Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat yang menggunakan dana ADB yang berasal dari Dana Uni Eropa.  TL diminta  untuk memberitahukan kepada seluruh anggota DAT dapat mengunjungi pameran Eropa Higher Education Fair (EHEF) 2014, yang menurut rencananya akan dilaksanakan ditiga tempat, yaitu Jakarta 8-9  November 2014 bertempat di kartika Expo Centre Balai Kartini pukul 11.00-18.00 Wib. Di  Surabaya   11 November 2014 bertempat di Grand City Ballrom waktu pukul 14.00-19.00,  dan Makasar 13 November 2014 bertemopat di Gedung Rektorat Universitas Hasanuddin pukul 10.30- 16.00. 

John Strain akan berbahagia bila semua DAT dapat mengunjungi pameran ini, bahkan Pak Pipin juga menambahkan akan lebih lengkap manakala banyak diantara pejabat Pemda yang berkenan mengunjungi, tetapi Bapak Pipin sepertinya kurang yakin bahwa dalam mengunjungi pameran ini akan mendapatkan bantuan transport (tiket). Menurut Pak Slamet DAT Kabupaten Musirawasd dan Empat Lawang mengatakan sulit bagi DAT akan mencapai tempat Pam,eran manakala tidak mendapatkan bantuan dari perusahaan atau dana dari Uni Eropa. 
Kita semua berharap agar doantara anggota DAT semoga kiranya ada yang berkesempatan menambah ilmu di Eropa yang disponsori oleh Uni Eropa, demikian juga bagi orang Pemda yang berminat untuk belajar ke  Eropa kiranya akan mendapatkan [perhatian yang khusus. 

Adapun Perguruan Tinggi atau lembaga P{endidikan lainnya yang berkenan menerima mahasiswa beasiswa daru Uni Eropa antara lain adalah :

1. Charles University  (Czech)
2. Niels Brock  (Denmark)
3. Aarhus University  (Denmark)
4. Zeland Institute of Business & Technology (Denmark)
5. Mines Nantes  (France)
6. Ecole Centrale de Lyon  (France)
7. University of Toulouse  (France)
8. Mod'art International (France)
9. Network n+i  of French Engineering Institutes (France)
10, ESCP Europe  (France)
11. Centrale Nantes  (France)
12. University de Lille  (France)
13. Le Cordon Bleu  (France)
14. EISTI  (France)
15. Pass-world Admissions  (France)
16. Montpellier Business School  (France)
17. Polytech Annecy Chambéry, university Savoie Mont Blanc (France)
18. Universite de Poitiers  (France)
19. FHWS  (german)
20. Hochshule Wismar  (German)
21. Furtwangen University  (German)
22. Technische Universitat Berlin  (German)
23. Rhine-Waal University (German)
24. Frankfurt School of Finance & Management (German)
25. TU9 German Institutes of Technology (German)
26. Offenburg University of Applied Sciences (German)
27. Jacobs University Bremen (German)
28. Goethe Institute  (German)
29. Technische Universität Ilmenau (German)
30. Universität Göttingen (German)
31. Universität Duisburg-Essen  (German)
32. University of Szeged (Hungary)
33. University of Debrecen (Hungary)
34. University of Miskolc (Hungary)
35. University of Pécs  (Hungary)
36. University of West Hungary 
37. Eszterházy Károly College  (Hungary)
38. Szent István University  (Hunganry)
39. University of Kaposvar  (Hungary)
40. Penang Medical College (Ireland)
41. Institute Of Technology Tralee  (Ireland)
42. Griffith College (Ireland)
43. University College Dublin  (Ireland)
44. Athlone Institute of Technology  (Ireland)
45. Saxion University  (Netherlands)
46. University of Twente  (Netherlands)
47. Stenden University  (Netherland)
48. Delft University   (Natherlands)
49. HZ University of Applied Sciences  (Netherlands)
50. Rotterdam School of Management, Erasmus University (RSM)  (Netherlands)
51. VU University  (Netherlands)
52. Tilburg University  (Netherlands)
53. University of Groningen  (Netherlands)
54. Radboud University Nijmegen   (Netherlands)
55. Warsaw University of Technology (Poland)
56. College of Communications and Management  (Poland)
57. IE Business School  (Spain)
58. UCAM  (Spain)
59. Lund University (Sweden)
60. KTH Royal Institute of Technology  (Sweden)
61. Linkoping University (Sweden)
62. Chalmers University  (Sweden)
63. Linnaeus University  (Sweden)
64. Univ of Nottingham   (UK)
65. Univ of the Arts London    (UK)
66. Newcastle University   (UK)
67. University of Reading   (UK)
68. Institute of Education, Univ of London (UK)
69. Birmingham City University (UK)
70. University College London  (UK)
71. University of Manchester  (UK)
72. University of Huddersfield  (UK)
73. The University of Edinburgh  (UK)
74. London School of Commerce  (UK)
75. University of Gloucentershire  (UK)
76. University of Birmingham  (UK)

Kamis, 16 Oktober 2014

Guru Besar IAIN Rd.Intan



TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Intan Lampung mengukuhkan dua guru besarnya.
Dua orang guru besar tersebut di antaranya M Mukri dan Faisal. Hingga kini guru besar yang dimiliki IAIN Raden Intan Lampung berjumlah 16 orang.
Prosesi pengukuhan dua orang guru besar ini dilakukan di GSG IAIN Raden Intan Lampung, Kamis (16/10/2014).(byu)

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kini Rektor IAIN Raden Intan Lampung M Mukri bergelar profesor. M Mukri merupakan guru besar ke-13 yang dimiliki IAIN Raden Intan Lampung.
Humas IAIN Raden Intan Lampung Yeni Chaniago saat ditemui Tribun Lampung, Kamis (16/10/2014) mengatakan, selain M Mukri, yang menjadi guru besar di antaranya Fasial, guru besar ke-14. Keduanya dilantik hari ini. Pelantikan guru besar lainnya akan berlangsung pada 22 Oktober mendatang.
Pelantikan kedua, yakni Nirva Diana dan Suton Syahrir. Khusus bagi Mukri, menurutnya, SK pengangkatan guru besarnya sebenarnya telah turun 2,5 tahun lalu, namun pengukuhan dirinya baru dilakukan hari ini.

Selasa, 14 Oktober 2014

Tim Pengarah dan Tim Teknis PKP SPM Dikdas Pusat

Untuk melaksanakan Program Pengembangan Kapasitas Penerapan  (PKP) Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Dasar (Dikdas) dibentuk Tim Pengarah dan Tim Teknis pada tingkat Pusat. Tim Pengarah beranggotakan Pejabat Eselon 2  dari Instansi terkait, yaiytu :

Ketua : Dirjen Pendidikan Dasar Kemendikbud
Sekretaris : Sekretaris Direktorat Jendral Pendidikan Dasar kemendikbud

Anggota :
1. Direktur Agama dan Pendidikan Bappenas
2. Direktur Pendanaan Luar Negeri Multirateral  Bappenas
3. Direktur Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah, Kemendagri
4. Direktur Pembangunan Daerah, Kemendagri
5. Direktur Penganggaran daerah, kemendagri
6. Direktur Pinjaman dan Hibah DJPU, kemenkeu
7. Direktur pembiayaan dan Kapasitas daerah, DJPK Kemenkeu
8. Direktur Pengelolaan kas negara, DJPU, Kemenkeu
9. Kepala Biro perencanaan dan KLN, Kemendibud
10. Direktur Pembinaan SD, Kemendikbud
11. Direktur pembinaan SPM Kemendikbud
12. Kepala Pusat penjaminan Mutu Pendidikan, kemendikbud
13. Kepala badan Akreditasi nasional Sekolah/Madrasah
14. Direktur Pendidikan Madrasah, Kemenag
15. Perwakilan dari Uni Eropa

Tugas dan Tanggung jawab Tim pengarahj Tingkat Pusat adalah :
1. memberikan bimbingan dalam menyusun rencana perlaksanaan dan monitoring tentang strategi advokasi
2. Memprakarsai pengintegrasian SPM ke dalam kebijakan dan fungsi pendidikan
3. Mengatur pertemuan antara Tim Pengarah dengan pengambil kebijakan pada jajaran yang lebih tinggi minimal dua kali dalam satu tahun.

TIM TEKNI SPM