INFO HIDUP SEHAT

Kamis, 11 September 2014

BUMI OKU TIMUR by GITA SWARA



Bertugas di Dinas Pendidikan Kabupaten Oku Timur, pada  hari kedua aku baru mendengar ada yang berbicara dengan bahasa daerah Komering Menanga, bahasa Komering sejatinya adalah bahasa yang sangat akrab ditelingaku karena aku berada ditengah komunitas masyarakat berbahasa Komering adalah sejak aku masih balita, aku sendiri dari keluarga Lampung Pesisir dialek 'A'. Mendengar bahasa Komering dituturkan aku menjadi tersenyum sendiri, serasa aku berada di daerah kelahiranku Pagelaran, di sekitar tempat tinggalku banyak pendatang dar8i Komering, dan bahkan aku nyariis mendapat isteri dari komunitas pendatang itu, tetapi nampaknya jodoh tidak mempersatukan kami.Ternyata sejatinya banyak diantara karyawan itu adalah komunitasasyarakat komering. Tak pelak aku merasa seperti bekerja di daerahku sendiri.
Ketika aku mendengar lagu Bumi OKU Timur dengan bahasa Komering itu aku jadi sangat akrab dengan lagu itu, inilah syairnya :

Cindo nihan tiuh sikam
Tiuh sai sikam bangga banggako
Hujau pemandangan
Cindo nihan nandako subur tanohna

Lamon ragam suku bangsa
Sai tinggal di tiyuh sikam ganta
Hurik rukun budampipingan
Aman tontram sonang nihan

Bumi AKU Timur
Paninggal Ninik muyang  sikam
Tiyuh sai mak dapok kulupa ko
Tiyuh pok kelahiran

Sebiduk sehaluan
Jadi semboyan sikam ganta
Bangga sikam sai jadi wargamu
Bumi Oku Timur

Subur nihan tanoh sikam
Way komering ngalir huma huma
Panin pari limpah ruwah
Rasa hati sonang nihan

Ramah tamah murli
Begawi situlungan
Bangga sikam jadi wargamu
niku tumpuan harapan

Bumi Oku Timur serasa seperti di daerah sendiri.

Senin, 01 September 2014

Mutiara "Kutemukan Di" Palembang


Ya benar ... Mutiara Palembang, lagunya The Golden Wing, merupakan salah satu lagu kesayanganku pada waktu remaja dahulu. Walaupun aku bukan orang Palembang, tetapi lagu ini menjadi salah satu pavoritku. Kota Palembang adalah kota yang sangat akrab ditelingaku, betapa tidak ... Kota Palembang adalah nama kota yang paling sering disebut sebut di radio transistor di rumah kecilku di Pagelaran, kini masuk wilayah Kabupaten Pringsewu. Pada waktu aku kecil dahulu gelombang radio yang paling jernih diteriuma di desaku adalah siaran RRI Palembang. Maka wajar bila telingaku akrab dengan Kota Palembang, dan sejak kanak kanak aku bertekad pada suatu saat aku harus menetap di Palembang walau hanya sekejap. Palembang yang tak kunjung kukunjungi bagaikan mutiara  yang hilang bagiku.
Inilah Syair lagu itu :
Palembang di waktu malam
Di kala terang bulan
Bersinar di atas sungai musi
Beriring nyanyi sang dewi

Terbayang semua harapan
Dalam keindahan itu
Mutiara yang telah hilang
Kembali padaku

Walaupun bukan yang dulu
Yang telah jauh dariku
Tapi dapat melepas rindu
Kesunyian hatiku

Mutiara yang telah hilang
Kembali padaku

Walaupun bukan yang dulu
Yang telah jauh dariku
Tapi dapat melepas rindu
Kesunyian hatiku

Kota Palembang ...., yach, ketika aku dikabari oleh Perusahaan bahwa aku akan ditugaskan di Palembang, di hati kecilku aku akan menerima dengan segala suklacita, akhirnya tercapai juga aku menetap di palembang, walau hanya sementara.
Sejak tanggal 12 Januari aku menetap sementara di Palembang mengemban tugas sebagai Educational Specialist di PT Tetira International Consultant yang akan melaksanakan Program Pengembangan Kapasitas Standar pelayanan Minimal Pendidikan Dasar untuk delapan Kabupaten di Sumse, dan aku ditugaskan khususnya di Kabupaten Musi Banyuasin dan Oku Timur.
Pada bulan September ini aku mendapatkan kesempatan untuk beristirahan selama satu bulan, dan malam ini adalah malam terakhir aku menetap di palembang, besok pukul 13.15 aku akan terbang bersama Pesawat Lion ke Lampung, transit di Jakarta. Seperti malam terakhir layaknya, malam ini dengan bantuanm Youtube aku menyanyikan Lagi MUTIARA PALEMBNA dan akupun terhibur, semoga masa mnasa libur ini akan dapat aku gunakan menyelesaikan program yang aku rintis, yaitru mengkampanyekan pendidikan Budi Peklerti dan Karakter Bangsa dengan mengembangkan Otak kanan. Semoga. 

Minggu, 17 Agustus 2014

Why Sending Late Proposal ?.



Dr.Endang Pipin Tachyan as Team Leader Region 1 includes Lampung, South Sumatra, North Sumatra, South Kalimantan and West Kalimantan, South Sumatra was to come related to the emergence of yet have not anticipated the emergence of proposals from the District Empat Lawang, Musi Rawas and Oku Timur. Explained that for the Oku Timur has been completed, but not yet delivered, but for Empat Lawang and Musi Rawas obtained very little information.
The arrival of the Team Leader is to seek information "Why Sending Late Proposal?" What the hell is actually the cause of the delay. When the delay caused by a lack of information from the DAT Team Leader will add the information needed, when there is not yet understood it will be explained, if the lack of motivation it will be given the motivation and a variety of other explanations. Approximately what will be the Team Leader.

E. Selamet as DAT also offered explanations though the actual affliction, which is for the District Four star anise due to mutations in the middle of the officials in preparation of proposals, while in Musi Rawas turns out the person is very busy with other duties. So the proposal is rarely touched.



Jumat, 15 Agustus 2014

Program Pengembangan Kapasitas SPM Dikdas

Program PKP SPM DIKDAS REGION 1

Latar Belakang
UU No. 22 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah telah secara jelas mendelegasikan kewenangan penyelenggaraan urusan wajib pemerintahan kepada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/ Kota. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah no. 38 Tahun 2007, urusan pendidikan merupakan salah satu pelayanan wajib yang harus diselenggarakan oleh Pemeriuntah Kabupaten/ Kota. Lebih lanjut UU No. 32 Tahun 2004 menyatakan bahwa penyelenggaraan pelayanan wajib yang didesentralisasi  perlu diatur dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 65 Tahun 2005, SPM adalah ketentuan mengenai jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap wartga negara secara minimal, terutama yang berkaitan dengan pelayanan dasar.

Penerapan SPM dimaksudkan untuk menjamin akses dan mutu bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan dasar dari Pemerintah Kabupaten/ Kota  yang sesuai dengan ukuran yang ditetapkan Pemerintah. Oleh karena itu baik dalam perencanaan maupun penganggaran  wajib diperhatikan prinsip prinsip SPM yaitu sederhana, konkrit, mudah diukur, terbuka, terjangkau, dan dapat dipertanggung jawabkan serta mempunyai batas ketercapaian yang daopat diselenggarakan secara bertahap.

SPM Pendidikan Dasar telah diatur dalam

Daftar Kabupaten/ Kota Yang menerima Dana Hibah Untuk Program pengembangan Kapasistas Penerapan Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar

Region 1. 
Provinsi Sumatera Selatan:  (1. Kab. Empat Lawang, 2.Kab. Ogan Ilir, 3.Kab. OKU Timur, 4. Ogan Komering Ilir, 5. Kab Musi Rawas, 6.Kota Palembang, 7. Kab. Muara Enim, 8. Kab. Musi Banyuasin}.
Prov. Sumatera Utara:   (9. Kab.Nias Barat, 10. Kab. Nias Utara, 11. Kab. Gunung Sitoli 12. Kab. Labuhan Batu Selatan 13. Kab. Dairi, 14. Kab. Labuhan Batu Utara, 15. Kab. Labuhan Batu , 16. Kab. Nias Selatan, 17. Kab. Samosir).
Prov. Lampung:  (18. Kab Pesawaran, 19. Kab.Pringsewu, 20. Kab. Tulangbawang Barat, 21. Kab.Lampung Utara, 22. Kab.Lampung Tengah, 23. Kab. Lampung Timr, 24. Kab. Lampung Barat.
Prov. Kalimantan Barat:  (24. Kab. Kayong Utara, 25. Kab. Kubu Raya, 26. Kab. Landak, 27. Kab. Melawi, 28. Kab. Sambas, 29. Kab. Pontioanak, 30. Kab. Ketapang, 31 Kab. Ketapang).
Prov. Kalimantan Selatan : (32. Kab. Huku Sungai Tengah, 33. Kab. Hulu Sungai Selatan,  34. Kab. Banjar, 35. Kab. Barito Kuala, 36. Kab. Hulu Sungai Utara, 37. Kota Banjarmasin, 38. Kab. BanjarBaru).

Provinsi Region Lainnya :

Kamis, 14 Agustus 2014

Serius Mempersiapkan Sekretariat SPM Dikdas

Aneka ragam kemampuan daerah mempersiapkan segala sesuatunya untuk dalam rangka pelaksanaan Program Pengembangan Kapasitas Penerapan Standar Pelaynan Minimal Pendidikan Dasar (PKP SPM Dikdas)  yang nanti akan dilaksanakan pada Tahun Anggran 2015 dan 2015 dan selanjutnya program yang dilaksanakan oleh daerah masing masing adalah berdasarkan data SPM yang akan ditingkatkan menjadi SNP, ternyata sangat tergantung kepada tenaga yang ditunjuk oleh daerah, bagi daerah daerah yang mengalami keterlambatan mempersiapkan segala sesuatunya, yang paling parah adalah bila terjadi pergantian personal.
Tetapi yang terbanyak adalah bila personal yang ditunjuk ternyata memiliki kesibukan yang luar biasa sehingga mengalami kesulitan untuk focus melaksanakan persiapan program SPM ini, pengan masalah PKP SPM seolah dipaksakan dicelah celah kesibukan itu, sehingga ketika kita harus membicarakan masalah program ini ternyata sudah sekian orang menunggu untuk mendapatkan pelayanan dari yang bersangkutan.