Friday, 22 April 2016

Pelatihan SPM Dikdas Bagi Sekolah Percontohan

Sekayu Musi Banyuasin 11/12  04 2016




Pemerintah Inggris Dukung Pembentukan Iniversitas Islam International di Indonesia


Pemerintah Inggris mendukung gagasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mendirikan universitas Islam internasional di Indonesia sebagai salah satu wadah untuk berbagi pengalaman dalam pengendalian terorisme.
Dubes Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik, mengatakan, ada beberapa langkah baru sejak kunjungan PM Inggris ke Indonesia, termasuk kesempatan kerja sama dalam bidang-bidang yang potensial, seperti membangun sebuah universitas Islam internasional di Indonesia. Dubes Moazzam Malik menjelaskan universitas itu akan menjadi tempat untuk berbagi pengalaman agama dalam bahasa internasional dengan negara-negara di Asia dan Eropa. Ia menyebutkan peran lembaga-lembaga besar seperti NU dan Muhammadiyah juga merupakan hal yang bisa dipelajari dari Indonesia.
Moazzam menyebutkan kemitraan antara Indonesia dengan lembaga Islam di Inggris khususnya lembaga yang mengajarkan prinsip-prinsip keagamaan dan ilmu pengetahuan bagi remaja sudah berjalan baik. Menurut dia, untuk mengendalikan penyebaran ekstrimisme melalui dunia maya, pihaknya juga siap bekerja sama dengan Indonesia.
Malik menambahkan, kedua negara akan bekerja sama berbagi pengalaman guna mengurangi risiko penyebaran paham ekstrim melalui web dan beberapa ide lain, namun hal ini bergantung pada diskusi kedua pemimpin negara.
Link: http://www.antaranews.com/en/news/104263/uk-government-supports-establishment-of-international-islamic-university-in-indonesia

Pemda Bisa Kelola Dana Abadi Pendidikan Untuk Beasiswa


Suara Pembaruan, page 19
Pemerintah memiliki dana abadi senilai Rp 20,6 triliun yang diinvestasikan dalam bentuk obligasi negara dan sukuk ritel, sehingga hasilnya bisa digunakan untuk membiayai kuliah masyarakat. Pola serupa dapat diadaptasi pemerintah daerah (Pemda) mengingat setiap tahunnya selalu ada sisa lebih perhitungan anggaran.
Direktur Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) Kemenkeu, Abdul Kahar mengusulkan pemda mulai membentuk badan layanan umum untuk mengelola pendanaan abadi untuk beasiswa pendidikan, khususnya pendidikan tinggi di daerahnya.
Pengalokasian dana oleh pemerintah daerah untuk dana abadi pendidikan, sambung Kahar, sudah berhasil dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Naggroe Aceh Darussalam. Aceh menyisihkan 2% total anggaran pendapatan dan belanjanya sejak 2012 lalu. Dana abadi pendidikan itu untuk meningkatkan sumber daya manusia.

Pelatihan SPM Dikdas Bagi Pengawas Dikdas Kab. Musi Banyuasin

 Sekayu, 11 April 2016.





Temu Awal Penulisan Roadmap SPM Dikdas Kabupaten Musi Banyuasin Sumsel

Sekayu 13 April 2016.







Pesantren Mengalami Defisit Kebidayaan


Kompas, halaman 4
Pesantren di tanah air saat ini mengalami penurunan kebudayaan atau defisit kultural karena banyak tradisi yang dihilangkan. Pesantren saat ini justru hanyut mengadopsi budaya lain sehingga tidak memiliki pijakan dalam menghadapi perkembangan zaman. Zastrouw al-Ngatawi, dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Jakarta (Stainu) mengatakan, akar dari kebudayaan nusantara ada dua yakni rasionalitas dan spiritualitas. Hal ini yang membedakan Indonesai dengan negara-negara Barat.
Zastrouw berharap, pesantren yang ada bisa kembali lagi ke jati diri sebagai salah satu akar budaya Nusantara. Pesantren tetap bisa mengikuti perkembangan zaman, tetapi pijakannya adalah upaya merekonstruksi budaya lokal, bukan malah mendekonstruksikannya. Ia menambahkan, saat ini, masalah mendasar bagi orang Indonesia adalah mereka kini tak lagi mengenal budaya dan tradisi Nusantara. Padahal, budaya merupakan faktor penahan terpenting untuk menghadapi perubahan zaman.
Pesantren, lanjutnya, termasuk dalam fase penting identitas kultural Indonesia. Pertama, saat para wali songo menghadapi globalisme kebudayaan. Kedua, saat ulama-ulama berbasis pesantren melahirkan kitab dan pemikiran yang bersumber pada perpaduan pemikiran klasik Timur Tengah dan Nusantara. Ketiga, era kemerdekaan, ketika ulama di Indonesia melakukan ijtihad kebudayaan sehingga melahirkan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.