Kamis, 07 Mei 2015

Pendidikan Indonesia belum Cerah.

Harian Kompas, 
Enam bulan telah bekerja, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) masih dalam masa “pemulihan”. Hingga kini terdapat banyak anomali yang perlu dbenahi dalam pendidikan di Indonesia, seperti Kurikulum 2013 dan ujian nasional (UN).
Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo mengatakan, belum terlihat jelas arus utama program pendidikan Kemdikbud lima tahun mendatang. Beberapa lontaran yang sering terdengan dari Menteri Anies Baswedan adalah pendidikan sebagai gerakan dan guru sebagai yang pertama dan utama.
Menanggapi soal ini, PGRI

Jumat, 24 April 2015

Kemendikbud Lelang 8 Jabatan



Kompas, 24 April 2015 halaman 11

Setelah restrukturisasi organisasi disetujui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) membuka lelang untuk delapan posisi jabatan pimpinan. Syarat utama yang diterapkan ialah pegawai negeri sipil dan memiliki pengalaman.
Akan tetapi, dalam Instruksi Presiden RI Nomor 3 Tahun 2015 tentang Percepatan Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi pada Kementerian/Lembaga disebutkan, jika tidak ada pegawai negeri sipil (PNS) yang memenuhi syarat mengisi posisi itu, posisi bisa diisi dari kalangan non-PNS dengan persetujuan Presiden.
Kedelapan jabatan yang dilelang tersebut adalah Sekretaris Jenderal, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Inspektur Jenderal, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, serta Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan. Selain itu juga dibuka seleksi sebagai Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing, Staf Ahli Bidang Pembangunan Karakter, serta Staf Ahli Bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan.
Direktur Eksekutif Institute for Education Reform Universitas Paramadina Mohammad Abduhzen menilai sistem lelang membuka peluang banyak orang ikut berpartisipasi. Namun, jabatan yang ditawarkan tersebut menuntut bukan hanya orang yang bersih dari potensi korupsi serta tidak sekadar menerima orang yang memiliki pengalaman dan kemampuan manajemen.
Menurut Abduhzen, calon-calon yang akan menempati posisi tersebut mestinya diutamakan orang-orang yang punya visi, konsep, pemikiran, dan komitmen terhadap kemajuan pendidikan. Dia khawatir calon yang memiliki kapabilitas dan integritas yang dibutuhkan justru tak tertarik mendaftar karena tidak berambisi mengejar jabatan.

Bupati OKU Timur Sumsel : Camat Harus Ikut Ambil Bagian Dalam Pencapaian SPM Dikdas.


Asisten Sekretaris daerah Kabupaten OKU Timur Drs. Fathur Rahman  atas nama Bupati menyampaikan : Saya minta agar semua Camat di Wilayah Ogan Komeriing Ulu Timur Sumsel ini mulai saat sekarang untuk ikut ambil bagian secara lebih kongkrit serta positif dalam upaya meningkatkan atau mengembangkan ketercapaian SPM Dikdas, oleh karenanya saya memesankan agar peserta Dalam Sosialisasi Pemangku Kepentingan Pendidikan di Tingkat Kecamatan ini yang juga didikuti oleh unsur Kecamatan yang mewakili Camat masing masing, agar mengikuti sosialisasi dengan kesungguhan yang tinggi sehingga banyak yang dapat dilaporkan kepada Camat yang secara kebetulan para Camat pada hari ini memang harus menghadiri beberapa pertemuan yang diselenggarakan oleh Pemda Kabupaten OKU Timur, dan sayapun beberapa saat lagi akan ikut menghadiri salah satu acara acara itu.

Perlu saya sampaikan bahwa saya dilapori bahwa ada 27 indiator pencapaian yang 14 diantaranya melekat kepada Pemda dan Kemenag Kabupaten, dan 13 diantaranya melekat pada satuan pendidikan. Kenali itu semuanya ke 27 indikator itu dan kenali juga apa yang termasuk dalam 14 indikator yang melekat pada Pemda dan kemenag Kabupaten, sampaikan kepada Camat masing masing agar Camat dapat memahami ini, lalu mengambil posisi serta keterlibatan yang  lebih kongkrit.

Masalah pendidikan bukan hanya masalah para Kepala UPTD Dinas Pendidikan saja, tetapi merupakan masalah kita semua, apalagi dalam pelaksnaan pendidikan itu banyak diantara sekolah sekolah yang ada di wilayah OKU Timur ini  yang ternyata hingga kini belum mencapai Standar Pelayanan yang terbilang minimal. Mana kala ketercapaian ini tidak segera mampu kita tuntaskan, maka akan besar sekali imbas dan kerugiannya bagi kita. Demikian sambutan singkat Bupati yang diwakili oleh Asisten IV  dalam acara pembukaan Sosialisasi PKP SPM Dikdas yang dilaksanakan pada hari Kamis 23 April 2015 di Aula Dinas pendidikan Kabupaten OKU Timur yang diikuti oleh 40 orang peserta yang terdiri dari Kepala UPTD Dinas Pendidikan dan utusan para Camat se Kabupaten setempat.

Mari Kita Bicara Dengan Data.


Agar pembahasan menjadi lebih kongkrit maka marilah kita bicara dengan data, karena pada bulan Maret tahun 2014 yang lalu kami  dengan dibantu oleh aparat Dinas Pendidikan  OKU Timur bersama sejumlah Pengawas sekolah dan Madrasah serta Kepala Sekolah telah berhasil menghimpun sejumlah data yang merujuk pada aturan yang berlaku terkait SPM Dikdas dan data itu kita sepakati sebagai assesment dalam menentuikan langkah langkah berikutnya. Berdasarkan data itu juga pihak Dinas pendidikan Kabupaten Oku Timur telah menyusun proposal, proposal telah disetujui oleh Kementerian Keuangan, lalu Proposal itu tertuang  ke dalam bahan penyusunan RAPBD, dan RAPBD telah menjadi APBD yang ditetapkan melalui Perda oleh Bupati OKU Timur.

Berdasarkan assesment itu dapat kita simpulkan bahwa masih banyak hal terkait pelaksanaan Pendidikan dasar yang belum memenuhi aturan Standar Pelayanan Minimal (bisa dilihat pada tabel) Hanya garis hijau yang telah tercapai, sedang warna kuning dan merah, apalagi hitam adalah menunjukkan adanya kesenjangan dalam ketercapaiannya. Luasnya warna putih dalam tabel itu telah menggambarkan secara jelas betapa beratnya apa yang harus kita lakukan.
Itulah sebabnya apa yang harus kita lakukan juga adalah berupaya untuk meningkatkan kepasitas penerapannya, para pemangku kepentingan harus memiliki kapasitas yang besar atau tinggi sehingga memiliki kemampuan menerapkan SPM ini, demikian juga tentunya dengan apalagi bagi Pengawas sekolah, Kepala Sekolah dan para Guru, yang ibarat olehraga prestasi mereka adalah pemainnya  Walaupun masing masing kita termasuk para pemangku kepentingan dan juga bahkan para Komite Sekolah, Dunia Usaha dan Industri serta masyarakat.
Dinas pendidikan telah memperogramkan akan  adanya sosialisasi dan pelatihan kepada para pihak, sehingga pengembangan kapasitas ini diharapkan akan membesar secara serentak, dan dalam waktu yang tidak terlalu lama tingkat pencapaiannya akan meninggi dan dengan demikian kitapun segera dapat merencanakan secara lebih sistematgis segala langkah langkan menuju ketercapaian Pendidikan Nasional seperti yang telah digariskan oleh UU Sisdiknas.  SPM Dikdas adalah tangga pertama yang harus segera kita lalui guna mencapai tangga yang telah ditentukan oleh Undang Undang.

Pemecahan Masalah Dengan Diagram Pohon Masalah


Adakalanya suatu sasaran improvement membutuhkan rincian  lengkap tentang bagaimana jalur dan tugas-tugas yang perlu dilakukan untuk mencapai sasaran tersebut. Dalam tujuh alat perencanan manajemen (7 management and planning tools) atau 7 New Quality Tools  terdapat diagram yang dapat mengungkap secara sederhana tentang besarnya suatu masalah serta mengurai apa saja langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk pemecahan masalah tersebut. Diagram itu dikenal dengan nama tree diagram atau atau diagram pohon.

PENGEMBANGAN KINERJA KEPALA SEKOLAH DASAR




MAKALAH : Udin Syaifuddin, Suud.


 Dalam rangka menciptakan kinerja Kepala Sekolah yang dapat dikategorikan maka salah satu usaha Pemerintah adalah menseleksi Calon, kandidat Kepala Sekolah sesuai dengan sarat yang telah ditentukan, kemudian ditempatkan, selanjutnya diadakan diklat jabatan. Baik setelah menduduki jabatan maupun sebelum menduduki jabatan, ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, setelah mempunyai kompetensi yang memadai atau paling tidak sesuai dengan UU Sisdiknas  No. 13 tahun 2003  sehingga diharapkan dengan memiliki kompetensi yang memadai melalui pendidian dan pelatihan baik dalam jabatan maupun di luar jabatan yang pada akhirnya kinerja Kepala Sekolah akan bertambah bai, Pemimpin pendidikan tidak kelirtu memilih Diklat yang diikuti, seuai dengan kebutuhan. 
Kata Kunci : Pendidikan dan Pelatihan, Kompetensi dan Kinerja guru. 

A. Pendahuluan

Rabu, 08 April 2015

SAMBUTAN KADIS PENDIDIKAN PROVINSI SUMSEL



Segala puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Ilahi, berkat izin dan ridho Nya pada sore hari ini kita dapat berkumpul di  ruangan ini dalam rangka TOT Regional Sumsel Pengembangan Kapasitas Penerapan  Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar (PKP SPM Dikldas) Sesumatera Selatan, yang untuk tahum 2015 – 2016 program ini akan dilaksanakan di delapan Kabupaten Kota, yaitu Kota Palembang, Kab. Muara Enim. Kab. Ogan Ilir, Kab. Ogam Komering Ilir, Kab.Musi Rawas, Kab.Empat Lawang, Kab.Musi Banyuasin dan Kab. OKU Timur,  menurut rencana pelatihan ini akan diselenggarakan selama lima hari mulai dari hari ini tanggal 06 – 10 April  2015, semoga tidak ada aral yang merintang, hingga pelatihan ini dapat diselesaikan sesuai dengan rencana tampa hambatan yang berarti.

Dalam kesempatan yang berbahagia ini  ijinkan kami menyampaikan  terima kasih yang sedalam dalamnya  atas kehadiran Saudara Saudara untuk menghadiri acara ini baik sebagai undangan maupun sebagai peserta. Juga ucapan terima kasih yang kami sampaikan kepada para anggota District Advissory Team ( DAT )  yang telah melakukan koordinasi bersama kami, sejatinya acara ini adalah acara DAT, tetapi dikoordinasikan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel sebagai tuan rumah  dan Instansi Penanggungjawab Pembangunan Program Pendidikan di Provinsi Sumsel. Acara yang diselenggarakan oleh DAT ini sepenuhnya dibiayai dan difasilitasi  oleh PT Tetira International Consultants Jakarta. Oleh karenanya  selayaknya ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada PT Tetira Jakarta, atas keikutsertaan serta partisipasinya  dalam membangun  Pendidikan Dasar di Provinsi Sumatera Selatan ini, dengan keyakinan penuh manakala kita sambut acara ini dengan sebaik baniknya maka acara ini sangat besar artinya bagi kemajuan pendidikan di Sumsel ini.

Sabtu, 04 April 2015

Kepala Sekolah Membukakan Data SPM Kepada Para Pihak.




Salah satu person yang menjadi kunci keberhasilan maksimalnya hasil yang dicapai oleh Program Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas  yang meliputi SD/MI dan SMP/MTS adalah terletak pada kepemimpinan seorang Kepala Sekolah. Sebagai Kepala Sekolah harus menerapkan manajemen dan kepemimpinan yang baik, mulai dari perencanaan, pembagian tugas, pendampingan hingga kontrol dan evaluasi harus benar benar dilaksanakan secara benar dan sebaik baiknya. Itulah sebabnya seorang kepala Sekolah harus benar benar memiliki data yang valid akan ketercapaian dan kesenjangan SPM di Sekolah masing masing. Data itu selain dilaksanakan pendataan dengan menggunakan sistem yang mampu mengumpulkan data sebanyak banyaknya, juga harus melakukan penganalisaan data secara benar. Pihak sekolah seyogyanya menjadi pelopor dalam penyusunan program yang berdasarkan data SPM. Karena pihak Dinas Pendidikan harus menyusun program berdasrkan data SPM.